pembelajaran sains anak usia dini

Gambar

PENGEMBANGAN PROGRAM  PEMBELAJARAN SAINS AUD

 

  1. RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN SAINS AUD

Secara umum yang menjadi wilayah garapan pembelajaran sains meliputi dua dimensi besar, pertama dilihat dari isi bahan kajian dan kedua dilihat dari bidang pengembangan atau kemampuan yang akan dicapai.

  1. Ruang lingkup sains dilihat dari isi bahan kajian mepiluti materi atau disiplin yang terkait dengan bumi dan jagat raya, ilmu hayati (biologi), bidang kajian fisika dan kimia. Topic-topik umum untuk pembelajaran pada anak usia dini biasanya meliputi:
    1. Untuk jagat raya: pengetahuan tentang bintang, matahari dan planet, kajian tentang tanah, batuan dan pegunungan serta kajian tentang cuaca atau musim.
    2. Ilmu-ilmu hayati atau biologi menggambarkan tentang program sains yang meliputi study tentang tumbuh-tumbuhan, studi tentang binatang atau hewan, studi tentang hubungan antara hewan dengan tumbuhan serta studi tentang hubungan antara aspek-aspek kehidupan dengan lingkungannya.
    3. Ilmu-ilmu fisika dan kimia dalam program sains untuk anak meliputi studi tentang daya, studi tentang energy, serta studi tentang rangkaian dan reaksi kimiawi
  2. Ruang lingkup sains ditinjau dari bidang pengembangan atau kemampuan yang harus dicapai yaitu meliputi kemampuan terkait dengan penguasaan produk sains, penguasaan proses sains, penguasaan proses sains dan penguasaan sikap-sikap sains (jiwa ilmuan). Pentingnya anak menguasai sains karena sains dipandang sebagai suatu yang memiliki disiplin yang ketat, obyektif dan suatu proses yang bebas nilai. Dengan ketentuan seperti itu, maka anak usia dini sejak awal perlu diperkenalkan pada prosedur dan teknik kerjanya secara benar, sehingga kecakapan tersebut menjadi suatu yang melekat kuat hingga anak menjadi ilmuan yang sesungguhnya.

Adapun, sesuai dengan karakteristik proses sains, maka kemampuan yang dapat diprogramkan dan dilatihkan pada AUD, diantaranya:

  1. Kemampuan mengamati
  2. Menggolongkan
  3. Mengukur
  4. Menguraikan
  5. Menjelaskan
  6. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting
  7. Merumuskan problem
  8. Merumuskan hipotesis
  9. Melakukan eksperimen
  10. Mengumpulkan dan menganalisis data
  11. Menarik kesimpulan

 

 

  1. MODEL PENGEMBANGAN PRORAM PEMBELAJARAN SAINS AUD

Beberapa model pengembangan proram pembelajaran atau kurikulum yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan program pembelajaran sains pada AUD. Secara umum terdapat tiga pendekatan utama dalam pengembangan kurikulum sains pada tentang PAUD yaitu:

  • Pendekatan yang bersifat situasional

Maksudnya, pembahasan tentang sains akan dielaborasi (diulas) secara luas dan mendalam jika dalam pembelajaran muncul fenomena yan terkait dengan tuntutan pembahasan konsep dan pengalaman sains pada sasaran belajar.

  • Pendekatan yang bersifat terpisah (tersendiri)

Maksudnya, program pengenalan pembelajaran sains dikemas secara khusus dan tersendiri. Dalam PAUD pembelajaran sains disetting (dirancang) secara khusus sesuai dengan karakteristik anak yang sesuai (relevan) dengan tuntutan penguasaan sains. Jadi pengembangan pembelajaran sains bersifat regular karena memiliki waktu dan tempat khusus dalam program (kurikulum) PAUD yang ada.

  • Pendekatan yang bersifat merger atau terintegrasi

Program sains dikembangkan dengan cara digabungkan secara formal dan sistematis dengan bidang pengembangan atau disiplin ilmu lainnya. Sehingga dalam program pengembangan pembelajaran sains merupakan bagian dari suatu program kurikulum yang lebih luas dan terpadu sifatnya. Contoh pengintegrasian program sains dilihat berdasarkan isi bahan kajian misalnya: penggabungan sains dan matematika, penggabungan sains dengan sejarah, penggabungan sains dengan olahraga.

Tugas utama guru sains mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak secara optimal, untuk itu pilihan yang dianjurkan tetap menggunakan pendekatan dengan model terpadu.

            Beberapa saran yang harus diperhatikan oleh para guru sains ketika mengembangkan program sains secara umum diantaranya:

  1. Sebelum memulai pengembangan program pembelajaran hendaknya guru sudah mayakinkan diri bahwa dia sudah memahami perkembangan dan karakteristik anak secara memadai.
  2. Sebelum memulai program pengembangan pembelajaran hendaklah guru meyakinkan diri bahwa dia sudah memahami ruang lingkup program sains, baik dari dimensi isi bahan kajian maupun dari dimensi pengembangan kemampuan anak.
  3. Jika rambu-rambu satu dan dua tidak terpenuhi hendaklah dalam pengembangan program pembelajaran sains kita melakukannya secara kelompok (teamwork)
  4. Bentuk dan wujud program sains yang dapat dihasilkan oleh guru atau tim dapat berupa program 1 tahun, semester, bulan, minggu atau hari. Jadi dapat disesuaikan dengan kebutuuhan lembaga dan kepentingan program lain secara keseluruhan.
  5. Sebaiknya diitfentarisir seluruh yang dapat memberikan kontribusi (sumbangan) terhadap pengembangan pembelajaran sains di tempat, sehingga program sains mendapat dukungan semua pihak ( total environment)
  6. Kemaslah isi program yang memperhatikan prinsip-prinsip keseimbangan, keluesan, kesinambungan, kebermaknaan dan fungsionalitas

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s